
Di sebuah desa yang asri, ada seorang gadis kecil bernama Lumi. Lumi dikenal baik hati dan suka membantu, tapi akhir-akhir ini ia merasa kurang percaya diri. Setiap kali ada acara di lapangan desa, Lumi selalu bersembunyi di balik rumahnya.
Hari ini, lapangan desa sedang dipersiapkan untuk perayaan panen raya. Semua warga gotong royong membersihkan lapangan, memasang umbul-umbul, dan menyiapkan panggung. Lumi ingin sekali membantu, tapi rasa takutnya mengalahkan keinginannya.
Tiba-tiba, “Cuit… cuit…” terdengar suara riang di dekatnya. Lumi melihat seekor Burung Jalak bertengger di jendela kamarnya. Burung Jalak itu tampak ceria dan lincah.
“Kenapa kamu murung, Lumi?” tanya Burung Jalak dengan nada penasaran.
Lumi menceritakan perasaannya. “Aku ingin membantu, tapi aku takut salah dan orang-orang akan mengejekku,” jawab Lumi dengan suara lirih.
Burung Jalak tersenyum. “Lumi, setiap orang pasti pernah merasa takut. Tapi, jangan biarkan rasa takut itu menghentikanmu. Lihatlah warga desa di lapangan, mereka semua bekerja sama dengan riang gembira. Gotong royong itu indah, Lumi!”
Mendengar perkataan Burung Jalak, Lumi mulai berpikir. Ia teringat pesan ibunya, “Saling membantu itu baik, Nak. Jangan ragu untuk menawarkan bantuanmu.”
Dengan memberanikan diri, Lumi keluar rumah dan menuju lapangan desa. Awalnya, ia hanya membantu memungut sampah yang berserakan. Namun, melihat semangat warga lain, Lumi semakin bersemangat. Ia membantu memasang umbul-umbul dan menghias panggung bersama warga lain.
“Wah, Lumi ikut membantu!” seru Bu Sarni, tetangga Lumi yang ramah. “Hebat sekali kamu, Nak!”
Lumi tersenyum lebar. Ia merasa senang dan bangga bisa berkontribusi dalam perayaan panen raya. Burung Jalak yang sedari tadi mengawasi dari atas pohon, berkicau riang menyemangati Lumi.
Perayaan panen raya berjalan sukses. Semua warga desa bersukacita dan menikmati hasil kerja keras mereka. Lumi pun merasa bahagia karena telah berani melawan rasa takutnya dan ikut berkontribusi dalam gotong royong.
Sejak saat itu, Lumi tidak lagi merasa tidak percaya diri. Ia selalu siap membantu dan berkontribusi dalam segala hal, karena ia tahu bahwa gotong royong itu kunci untuk mencapai kebahagiaan bersama.
Komentar
Posting Komentar