
Mentari pagi menyinari sawah hijau yang luas. Embun masih menempel di ujung rumput, berkilauan seperti permata. Rani, seorang gadis kecil berambut kepang dua, sedang berjalan-jalan menikmati udara segar. Ia sangat suka melihat sawah di dekat rumahnya.
Tiba-tiba, Rani melihat Pak Tani, tetangga mereka, sedang kesulitan. Keretanya macet di tengah sawah, lumpurnya membuat roda tidak bisa berputar. Pak Tani tampak kelelahan dan khawatir.
“Aduh, aduh! Keretaku macet! Bagaimana ini, padahal hari sudah siang dan aku harus segera memanen padi,” keluh Pak Tani.
Rani mendekat dan bertanya, “Kenapa, Pak? Apa Rani bisa bantu?”
Pak Tani tersenyum lemah. “Terima kasih, Rani. Tapi ini butuh kekuatan besar. Mungkin Kancil bisa membantu.”
Rani teringat Kancil, si hewan lincah yang terkenal pintar. Ia segera berlari mencari Kancil. “Kancil! Kancil! Tolong, Pak Tani butuh bantuan!”
Tak lama, Kancil datang menghampiri. Ia mendengar cerita Rani dan langsung menuju ke sawah. “Jangan khawatir, Rani! Aku akan bantu!” seru Kancil dengan semangat.
Dengan sigap, Kancil mendorong kereta dari belakang, sementara Rani membantu mendorong dari depan. Pak Tani juga ikut membantu mendorong. Bersama-sama, mereka berusaha sekuat tenaga.
“Ayo…sedikit lagi…!” teriak Rani menyemangati.
Akhirnya, dengan dorongan bersama, kereta berhasil keluar dari lumpur. Pak Tani sangat senang dan berterima kasih kepada Rani dan Kancil.
“Terima kasih banyak, Rani dan Kancil! Kalian memang teman yang baik. Gotong royong memang hebat ya, bisa meringankan beban orang lain,” kata Pak Tani sambil tersenyum lebar.
Rani dan Kancil tersenyum bangga. Mereka senang bisa membantu Pak Tani. Mereka tahu, saling membantu adalah hal yang baik dan membuat hati menjadi berseri.
Sejak saat itu, Rani dan Kancil semakin rajin membantu tetangga yang membutuhkan. Mereka belajar bahwa kebersamaan dan saling membantu akan membuat hidup menjadi lebih indah.
“Saling membantu itu indah, hati jadi berseri!”
Komentar
Posting Komentar