
Di sebuah desa yang asri, hiduplah seorang gadis kecil bernama Siti. Siti dikenal sebagai anak yang rajin dan selalu membantu tetangga. Setiap hari, Siti selalu meluangkan waktu untuk membantu ibunya berjualan di pasar desa.
Suatu pagi, saat pasar sedang ramai, Siti melihat Bu Aminah, tetangganya, tampak kebingungan. Keranjang buahnya tumpah berantakan di tanah. Bu Aminah tampak kesulitan memungutnya seorang diri. “Aduh, aduh… bagaimana ini?” Bu Aminah mengeluh.
Siti segera menghampiri Bu Aminah. “Ibu, Siti bantu memungut buahnya, ya!” kata Siti dengan sopan. Siti dengan sigap membantu memungut buah-buahan yang berserakan. Sementara itu, seekor Burung Jalak yang sedang bertengger di dekatnya, melihat kejadian itu.
Jalak itu kemudian terbang ke arah keranjang Bu Aminah yang kosong dan mulai mematuk-matuk beberapa biji buah yang jatuh. Siti tersenyum melihat tingkah burung itu. “Wah, Jalak juga mau membantu, ya?” gumam Siti.
Dengan bantuan Siti dan sedikit bantuan dari Jalak, semua buah Bu Aminah berhasil dipungut dan dimasukkan kembali ke dalam keranjang. Bu Aminah sangat berterima kasih kepada Siti. “Terima kasih banyak, Siti. Kamu memang anak yang baik dan rajin,” kata Bu Aminah sambil mengusap kepala Siti.
Siti tersipu malu. “Sama-sama, Bu. Siti senang bisa membantu,” jawab Siti.
Sejak saat itu, Siti semakin rajin membantu tetangga. Ia selalu ingat pesan ibunya, “Menolong sesama itu baik, Siti. Dan jangan lupa, disiplin itu penting agar kita bisa selalu membantu orang lain.” Siti pun semakin disiplin dalam mengerjakan tugas dan membantu ibunya di pasar. Ia tahu, dengan disiplin, ia bisa menjadi anak yang berguna bagi banyak orang.
Burung Jalak pun sering terlihat di dekat Siti, seolah ikut senang melihat Siti selalu berbuat baik. Mereka menjadi sahabat yang saling mendukung dalam kebaikan.
Komentar
Posting Komentar