Budi dan Kura-Kura Hilang

Di sebuah desa yang asri, pinggir sawah yang hijau, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Budi. Budi sangat menyayangi kura-kuranya yang bernama Ciko. Ciko adalah kura-kura kecil berwarna cokelat dengan perut kuning yang lucu. Setiap hari, Budi mengajak Ciko bermain di halaman rumahnya.


Suatu sore, setelah membantu ibunya memetik sayur di kebun, Budi mengajak Ciko bermain di dekat sungai. Ia meletakkan Ciko di atas rumput yang lembut. “Jangan jauh-jauh ya, Ciko,” kata Budi sambil berlari mengejar kupu-kupu yang cantik. Ia terlalu asyik bermain hingga tak menyadari Ciko menghilang.


“Ciko! Ciko, di mana kamu?” Budi memanggil-manggil dengan panik. Ia mencari ke sana kemari, tapi Ciko tidak terlihat. Air mata mulai membasahi pipinya. Ia merasa sangat sedih dan menyesal karena kurang hati-hati.


Tiba-tiba, ia melihat seorang anak perempuan sedang menggendong kura-kura kecil. Anak perempuan itu tersenyum ramah. “Kamu mencari kura-kura ini, ya?” tanyanya. Budi mengangguk dengan wajah cemas. “Iya, ini Ciko, kura-kuraku.”


“Aku menemukannya di dekat sungai tadi. Ia terlihat tersesat. Aku akan mengembalikannya kalau kamu mau berbagi cerita denganku,” kata anak perempuan itu dengan sopan. Budi mengangguk senang. Ia menceritakan tentang betapa ia menyayangi Ciko dan bagaimana ia merasa sedih saat kehilangan Ciko.


Setelah Budi selesai bercerita, anak perempuan itu mengembalikan Ciko kepada Budi. “Jaga baik-baik Ciko, ya. Jangan sampai tersesat lagi,” pesannya dengan lembut. Budi memeluk Ciko erat-erat. “Terima kasih banyak,” ucap Budi tulus.


Sejak saat itu, Budi selalu berhati-hati saat mengajak Ciko bermain. Ia juga belajar untuk lebih peduli kepada sesama, seperti anak perempuan yang telah menolongnya menemukan Ciko. Ia mengerti, berbagi cerita dan saling membantu adalah hal yang baik untuk dilakukan.

Komentar