Kura-Kura dan Kampung Bersih

Di sebuah desa pinggir sawah yang asri, hiduplah seekor kura-kura bernama Kura. Kura adalah kura-kura yang bijaksana dan sangat menyayangi kampung halamannya. Setiap pagi, ia selalu keluar dari rumahnya di bawah pohon beringin untuk menikmati udara segar.

Namun, belakangan ini, Kura merasa sedih. Kampungnya semakin kotor! Sampah berserakan di mana-mana. Anak-anak bermain dengan tertawa, tapi sampah terus menumpuk. Kura mengkhawatirkan kesehatan warga dan keindahan desanya.

Suatu hari, Kura bertemu dengan Tono, seorang anak laki-laki yang sedang bermain layangan. “Tono, kenapa kampung kita jadi kotor begini?” tanya Kura dengan nada prihatin.

Tono mengangkat bahu. “Aku tidak tahu, Kura. Aku hanya suka bermain.”

Kura tersenyum lembut. “Bermain itu baik, Tono. Tapi, bermain sambil menjaga kebersihan kampung juga lebih baik. Kampung yang bersih akan membuat kita sehat dan bahagia.”

Tono terdiam sejenak. Ia kemudian mengangguk. “Benar juga, Kura. Aku akan bantu membersihkan kampung!”

Tono mengajak teman-temannya untuk ikut membersihkan kampung. Mereka membawa sapu, pengki, dan kantong sampah. Kura ikut menyemangati dari pinggir jalan. “Ayo, anak-anak! Bersama-sama kita buat kampung kita bersih dan indah!” seru Kura.

Dengan semangat gotong royong, anak-anak membersihkan sampah di seluruh kampung. Mereka memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik mereka jadikan pupuk tanaman, sedangkan sampah anorganik mereka kumpulkan untuk didaur ulang.

Setelah selesai membersihkan, kampung terlihat jauh lebih bersih dan rapi. Tono dan teman-temannya merasa bangga. Kura tersenyum lebar. “Lihat, Tono! Kampung kita sekarang jauh lebih indah. Ini semua berkat kerja keras kalian!”

Sejak saat itu, Tono dan teman-temannya selalu menjaga kebersihan kampung. Mereka juga mengingatkan warga lain untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kura pun merasa bahagia melihat kampung halamannya kembali bersih dan asri. Ia tahu, menjaga tradisi gotong royong dan peduli lingkungan adalah kunci untuk menjaga keindahan dan kesehatan kampungnya.


“Kampung bersih, hati pun senang!”

Komentar