
Mentari pagi menyinari Pantai Pasir Putih. Kura-kura kecil bernama Kiko sedang duduk termenung di tepi pantai. Hari ini adalah hari penting, hari di mana semua kura-kura kecil akan mencoba mencapai air laut untuk pertama kalinya.
Kiko sangat takut. Ia melihat kura-kura lain berlomba-lomba menuju laut, tapi kakinya terasa berat. “Aku tidak bisa,” gumamnya. “Aku pasti gagal.”
Tiba-tiba, ia mendengar suara lembut. “Kenapa kamu sedih, Kiko?” tanya suara itu. Kiko mendongak dan melihat seekor kura-kura dewasa, yang dikenal bijaksana di antara kura-kura Pantai Pasir Putih.
“Aku takut, Bu. Aku takut aku tidak kuat sampai ke laut,” jawab Kiko dengan suara lirih.
Kura-kura dewasa itu tersenyum. “Kiko, lihat sekelilingmu. Apakah kamu lihat ada yang sendirian berusaha sampai ke laut?”
Kiko melihat. Benar saja, semua kura-kura kecil saling membantu. Ada yang mendorong dari belakang, ada yang memberi semangat. Mereka bekerja sama, gotong royong.
“Kita semua punya kekuatan yang lebih besar jika kita saling membantu,” kata kura-kura dewasa itu. “Jangan takut, Kiko. Mari kita coba bersama-sama.”
Kiko mengangguk. Ia mendekati kura-kura lain dan meminta bantuan. Awalnya ia malu, tapi ia ingat pesan kura-kura dewasa itu. Kura-kura lain dengan senang hati membantu Kiko. Mereka mendorong, menarik, dan memberi semangat.
Dengan bantuan teman-temannya, Kiko berhasil mencapai air laut. Ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Ia tidak lagi takut, karena ia tahu bahwa ia tidak sendirian. Ia belajar bahwa keberanian tidak berarti tidak takut, tapi berani menghadapi rasa takut dengan bantuan orang lain.
Sejak hari itu, Kiko menjadi kura-kura yang pemberani dan selalu siap membantu teman-temannya. Ia tahu, bersama-sama, mereka bisa menghadapi tantangan apa pun.
Komentar
Posting Komentar