Raka dan Balai Desa Bersih

Di sebuah kampung yang asri, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Raka. Raka dikenal sebagai anak yang ceria dan suka bermain. Namun, akhir-akhir ini, kampungnya tampak tidak seperti biasanya. Balai desa, tempat semua warga berkumpul, dipenuhi sampah.

“Aduh, balai desanya kotor sekali,” keluh Ibu Raka suatu sore. “Bagaimana kita bisa mengadakan acara gotong royong kalau balai desanya seperti ini?”

Raka yang sedang bermain di dekatnya, mendengarkan keluhan ibunya. Ia merasa bersalah karena selama ini hanya asyik bermain dan tidak peduli dengan kebersihan kampungnya. “Ibu benar,” gumam Raka dalam hati.

Keesokan harinya, Raka memberanikan diri menghadap Pak Kades. “Pak Kades, saya minta maaf karena selama ini belum membantu menjaga kebersihan balai desa,” ucap Raka dengan sopan. “Saya ingin membantu membersihkan balai desa, Pak.”

Pak Kades tersenyum hangat. “Bagus sekali, Raka! Semangatmu sangat terpuji. Membersihkan balai desa adalah tanggung jawab kita bersama.”

Raka segera mengajak teman-temannya untuk ikut membersihkan balai desa. Dengan semangat gotong royong, mereka memungut sampah, menyapu lantai, dan membersihkan halaman. Raka bekerja keras, meskipun panas matahari menyengat kulitnya.

Setelah beberapa jam bekerja, balai desa terlihat bersih dan rapi. Semua warga kampung merasa senang dan bangga dengan hasil kerja keras Raka dan teman-temannya. Ibu Raka tersenyum lebar melihat Raka yang kelelahan namun bahagia.

“Terima kasih, Raka,” kata Pak Kades sambil mengelus kepala Raka. “Kamu telah menunjukkan bahwa anak-anak muda juga bisa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan kampung kita.”

Raka tersenyum. Ia belajar bahwa menjaga kebersihan kampung adalah tanggung jawab semua orang, dan dengan kerja keras dan gotong royong, semua bisa menjadi lebih baik. Sejak saat itu, Raka selalu rajin membantu menjaga kebersihan kampungnya.

Komentar