Gajah dan Buah Pinus

Di tengah hutan pinus yang rimbun, hiduplah seekor Gajah bernama Gendut. Gendut adalah gajah yang baik hati, tapi kadang suka keras kepala. Suatu hari, Gendut sedang mencari makan. Ia sangat lapar dan ingin sekali memakan buah pinus yang lezat.

Namun, pohon pinus tempat buah pinus paling manis itu sangat tinggi. Gendut mencoba meraihnya dengan belalainya, tapi tetap saja tidak sampai. Ia menggerutu, “Aduh, bagaimana ini? Aku jadi tidak bisa makan buah pinus yang enak.”

Tiba-tiba, ia melihat seekor burung kecil sedang bertengger di dahan pohon pinus. “Hai, Burung Kecil! Apa kamu bisa membantu aku?” tanya Gendut.

Burung Kecil itu menjawab, “Tentu saja, Gajah! Tapi aku tidak bisa memetik buah pinusnya sendiri. Aku bisa mencari teman-teman untuk membantumu.” Burung Kecil pun terbang mencari teman-temannya.

Tak lama kemudian, datanglah beberapa ekor monyet yang lincah. “Kami bisa membantu, Gajah! Kami pandai memanjat pohon,” kata salah satu monyet.

Gendut tersenyum lebar. “Terima kasih, teman-teman! Mari kita bekerja sama!”

Monyet-monyet itu dengan cekatan memanjat pohon pinus dan memetik buah pinus yang ranum. Mereka melemparkan buah pinus itu ke arah Gendut. Gendut dengan senang hati menangkapnya dan memakannya.

Wah, enak sekali! Terima kasih banyak, teman-teman! Aku senang sekali bisa makan buah pinus hari ini,” kata Gendut sambil mengangguk-angguk.

Burung Kecil hinggap di kepala Gendut. “Lihat, Gajah! Kalau kita saling membantu, semua masalah bisa diatasi. Gotong royong itu hebat!”

Gendut mengerti. Ia belajar bahwa meskipun ia kuat, ia tetap membutuhkan bantuan teman-temannya. Sejak saat itu, Gendut selalu siap membantu siapa saja yang membutuhkan, dan ia selalu ingat pesan Burung Kecil tentang pentingnya gotong royong.


Gendut, monyet, dan burung kecil itu pun menjadi sahabat baik, dan mereka selalu bermain bersama di hutan pinus.

Komentar