Wati dan Janji Gotong Royong

Di sebuah jalan kampung yang ramai, hiduplah seorang anak perempuan bernama Wati. Wati dikenal sebagai anak yang rajin dan sopan. Suatu hari, Bu Desa mengumumkan ada tugas membersihkan jalan kampung untuk menyambut perayaan desa.

“Anak-anak, kita harus bekerja sama membersihkan jalan agar nanti bisa dilewati dengan nyaman saat perayaan,” kata Bu Desa dengan senyum ramah. Wati mengangguk setuju. Ia sangat senang bisa membantu.

Namun, saat mulai bekerja, Wati merasa kesulitan. Daun-daun kering dan sampah beterbangan membuatnya cepat lelah. Ia melihat teman-temannya juga tampak kewalahan. “Aduh, berat sekali,” gumam Wati pelan.

Tiba-tiba, Wati teringat pesan ibunya, “Sopan santun dan gotong royong adalah kunci kebahagiaan.” Ia menarik napas dalam-dalam dan memberanikan diri menghampiri teman-temannya.

“Teman-teman, bagaimana kalau kita bagi tugas? Aku bantu memungut daun-daun besar, kalian yang menyapu,” usul Wati dengan sopan. Awalnya, teman-temannya ragu, tapi karena Wati terlihat tulus, mereka akhirnya setuju.

Dengan semangat baru, mereka bekerja sama. Wati dengan cekatan memungut daun-daun besar, sementara teman-temannya menyapu jalanan. Mereka saling membantu dan menyemangati satu sama lain. Wati bahkan membantu teman-temannya yang kesulitan.

Tak lama kemudian, jalan kampung terlihat bersih dan rapi. Semua anak bersorak gembira. Bu Desa datang dan tersenyum bangga.

“Wah, kalian hebat sekali! Jalan kampung sudah bersih dan rapi. Terima kasih atas kerja samanya,” puji Bu Desa. Wati dan teman-temannya tersipu malu, tapi mereka merasa bahagia karena telah berhasil menyelesaikan tugas bersama-sama.

Sejak saat itu, Wati semakin rajin membantu orang lain dan selalu ingat untuk bersikap sopan. Ia tahu, gotong royong akan membuat semua menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Komentar