
Di sebuah desa yang terletak di pinggir sawah yang menghampar hijau bak permadani, tinggallah seorang anak perempuan bernama Mila. Mila adalah anak yang ceria, namun terkadang ia memiliki kebiasaan menunda-nunda tanggung jawabnya. Hari itu, Ibu telah berpesan agar Mila segera membersihkan sampah plastik di pematang sawah sebelum matahari terbenam.
"Nanti saja, Bu. Mila masih ingin bermain layang-layang sebentar lagi," ujar Mila dengan lembut sambil tersenyum, meski ia tahu seharusnya ia segera bergegas. Ia merasa bahwa sampah-sampah itu tidak akan pergi ke mana-mana dan bisa dikerjakan nanti.
Waktu berlalu dengan cepat. Tanpa Mila sadari, langit mulai berubah jingga keemasan. Angin sore bertiup kencang, membawa aroma tanah basah yang menenangkan. Saat Mila hendak beranjak, ia melihat seekor burung pipit yang kesulitan terbang karena sayapnya tersangkut oleh tali rafia yang berserakan di antara rerumputan.
Mila tertegun. Hatinya merasa iba melihat makhluk kecil itu kesulitan. Ia segera berlari mendekat dengan penuh kehati-hatian. Dengan tangan yang gemetar halus, Mila melepaskan tali itu dari sayap sang burung. Burung itu pun terbang rendah, seolah berterima kasih sebelum menghilang di balik rimbunnya pohon padi.
Mila menatap sekelilingnya. Ia baru menyadari bahwa kecerobohannya menunda pekerjaan telah membuat lingkungan tempat ia tinggal menjadi berbahaya bagi penghuninya. Ia membayangkan bagaimana jika teman-teman kecil lainnya di sawah ini ikut terjerat.
Sambil menundukkan kepala penuh sesal, Mila mulai memungut setiap helai plastik dan tali yang tercecer. Ia melakukannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Ia teringat nasihat Ibu tentang pentingnya menjaga alam sebagai wujud sopan santun kita kepada bumi yang telah memberi kita makan.
Saat Ibu datang menghampiri, Mila sudah selesai dengan tugasnya. Ia menyalami tangan Ibu dengan takzim. "Maafkan Mila ya, Bu. Tadi Mila sempat menunda, tapi sekarang Mila sadar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan," ucapnya tulus.
Ibu mengelus kepala Mila dengan penuh kasih sayang. Di pinggir sawah itu, mereka berdua menatap cakrawala dengan perasaan damai. Mila kini mengerti bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah cara terbaik untuk menunjukkan rasa syukur dan menjaga keharmonisan desa tercinta.
Komentar
Posting Komentar