
Di sebuah desa yang asri, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Mori. Mori adalah anak yang lincah dan sangat mencintai desanya. Setiap sore, ia sering bermain di tepian sungai desa yang jernih, tempat air mengalir tenang di antara batu-batu kali yang halus.
Suatu hari, Mori menemukan sebuah batu kali yang bentuknya unik, berwarna cokelat kemerahan dengan guratan alami yang indah. Ia merasa batu itu adalah harta karun yang luar biasa. Saat Mori sedang asyik memutar-mutar batu itu di tangannya, teman-temannya datang mendekat dan ingin ikut memegang batu tersebut. "Ini milikku, aku yang menemukannya duluan!" seru Mori sambil menarik tangannya erat-erat. Ia ingin memiliki keindahan batu itu sendirian.
Tiba-tiba, teringatlah Mori pada nasihat ibunya di rumah. Ibu selalu berkata, "Mori, anakku, tanah air kita ini luas dan indah karena penduduknya saling berbagi dan rukun. Janganlah engkau pelit, karena berbagi adalah cerminan budi pekerti yang luhur." Kata-kata ibunya terasa hangat, sehangat sinar matahari sore yang menyentuh permukaan sungai.
Mori pun terdiam sejenak. Ia melihat teman-temannya yang menatap batu itu dengan penuh rasa ingin tahu. Mori sadar bahwa menyimpan keindahan itu hanya untuk dirinya sendiri tidaklah membuat hatinya tenang. Dengan senyum malu-malu, Mori membuka genggamannya. "Mari, teman-teman, kita lihat batu ini bersama-sama. Kita bisa bermain lempar batu pipih di sungai ini agar kebersamaan kita semakin menyenangkan," ajak Mori dengan tulus.
Teman-temannya bersorak gembira. Mereka pun bermain dengan rukun, saling bergantian menunjukkan batu-batu unik yang mereka temukan di sepanjang sungai. Mori merasa sangat bahagia, jauh lebih bahagia daripada saat ia hanya memegang batu itu sendirian. Ia mengerti sekarang bahwa menjaga keharmonisan dan berbagi adalah bentuk nyata rasa cintanya pada tanah kelahiran.
Saat matahari mulai terbenam, Mori bergegas pulang. Ia ingin segera memeluk ibunya dan menceritakan bagaimana ia belajar untuk tidak bersikap egois. Mori tahu, menghormati nasihat orang tua dengan cara mempraktikkan kebaikan dalam pergaulan adalah cara terbaik untuk tumbuh menjadi anak Indonesia yang membanggakan.
Komentar
Posting Komentar