
Di sebuah sekolah desa yang asri, udara pagi terasa begitu sejuk. Dika sedang sibuk menyusun tumpukan bambu untuk membuat kerangka papan pengumuman sekolah. Ia ingin memberikan kejutan untuk Ibu Guru dengan membuatkan papan pengumuman baru yang kokoh. Namun, bambu-bambu itu terus saja jatuh. Duh, susahnya, keluh Dika sambil mengusap keringat di dahinya.
Tak jauh dari sana, Udin datang membawa seutas tali ijuk yang kuat. Tanpa bicara, Udin langsung membantu memegangi bambu-bambu tersebut agar tidak roboh. Awalnya, Dika merasa kesal karena ia mengira Udin sengaja ingin mengganggunya. Dika pun berkata dengan nada sedikit tinggi, "Udin, jangan diganggu! Aku sedang berusaha menyelesaikannya sendiri!"
Udin terdiam sejenak, lalu menjawab dengan lembut, "Aku tidak bermaksud mengganggu, Dika. Aku hanya ingin membantu agar papan ini cepat selesai. Bukankah pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan jika kita lakukan bersama?" Mendengar penjelasan itu, Dika tersadar bahwa ia telah salah paham. Wajahnya memerah karena malu. Ternyata, Udin hanya ingin menunjukkan semangat gotong royong yang selama ini selalu diajarkan di sekolah mereka.
Dika pun tersenyum lebar. "Maafkan aku ya, Udin. Aku tadi merasa lelah dan ingin membuktikannya sendiri, sampai aku lupa kalau kita bisa bekerja sama." Mereka pun akhirnya bekerja bahu-membahu. Dika yang mengukur bambu, dan Udin yang mengikatnya dengan kuat menggunakan tali ijuk. Sesekali mereka tertawa saat tali itu sedikit melilit tangan mereka.
Meski sempat beberapa kali bambu itu melorot, mereka tidak menyerah. Keduanya saling menyemangati. Ayo, sedikit lagi! ujar mereka hampir bersamaan. Semangat pantang menyerah itulah yang membuat mereka terus berusaha hingga papan pengumuman itu berdiri tegak dan cantik di depan kelas.
Saat Ibu Guru datang, beliau sangat bangga melihat hasil karya mereka. Papan itu bukan sekadar bambu yang diikat, melainkan simbol persahabatan dan kerukunan. Hari itu, Dika dan Udin belajar bahwa dengan gotong royong dan kesabaran, hal yang sulit sekalipun bisa diselesaikan dengan indah.
Komentar
Posting Komentar