Sapuan Kasih di Serambi Mushola

Sore itu, suasana di mushola kampung terasa begitu teduh. Rani, seorang gadis kecil yang rajin, sedang sibuk mengumpulkan potongan kertas bekas di sudut teras mushola. Hari ini adalah jadwal warga untuk kerja bakti membersihkan lingkungan tempat ibadah agar nyaman digunakan saat salat berjamaah.

Tak jauh dari sana, Lumi sedang menggeser rak buku kecil. Tanpa disengaja, kakinya tersandung dan membuat pot bunga cantik di atas rak jatuh hingga retak. 'Aduh, bagaimana ini?' bisik Lumi dengan wajah cemas. Ia takut jika nanti dimarahi karena telah merusak barang inventaris mushola. Dengan terburu-buru, Lumi mendorong pecahan pot itu ke balik lemari agar tidak terlihat oleh siapa pun.

Rani yang melihat kejadian itu dari kejauhan merasa sedih. Ia mendekati Lumi dengan langkah perlahan. 'Lumi, tidak apa-apa jika tadi tidak sengaja. Namun, menyembunyikan pecahan pot itu justru membuat mushola kita menjadi tidak rapi,' ucap Rani lembut.

Lumi tertunduk malu. 'Aku takut ditegur orang dewasa, Rani. Aku bingung harus bagaimana,' jawabnya pelan dengan mata berkaca-kaca.

Rani tersenyum hangat, lalu menggenggam tangan Lumi. 'Kejujuran itu lebih berharga daripada apa pun. Mari kita rapikan bersama, lalu kita sampaikan apa adanya kepada pengurus mushola. Dengan gotong royong, pasti masalah ini jadi ringan,' ajak Rani penuh semangat.

Akhirnya, Lumi memberanikan diri. Mereka pun bersama-sama membersihkan serpihan pot yang berserakan. Setelah area bersih, mereka menemui Pak RT yang sedang menyapu halaman. Lumi dengan suara gemetar namun jujur mengakui kesalahannya karena tidak sengaja menyenggol pot tersebut. Pak RT tidak marah, justru ia tersenyum bangga karena Lumi mau jujur dan bertanggung jawab.

'Terima kasih sudah berani jujur, ya,' kata Pak RT sambil mengusap kepala Lumi dengan kasih sayang. Lumi merasa hatinya menjadi jauh lebih ringan. Ia sadar bahwa meminta maaf dan berkata jujur adalah cara terbaik untuk menjaga kerukunan di kampung mereka. Sore itu, mushola pun kembali bersih dan hati mereka berdua terasa sangat tenang karena kebersamaan yang terjalin erat.

Komentar