Di sebuah Desa Hijau yang asri, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Udin. Udin dikenal sebagai anak yang lincah dan rajin membantu di rumah. Namun, suatu hari, Udin merasa sedikit kesal karena ia sedang asyik bermain layang-layang di halaman, tetapi Ibu memintanya untuk segera membantu membawakan bakul nasi ke rumah Nenek di ujung desa.
"Udin, tolong antarkan bakul nasi ini untuk Nenek ya, Nak," ujar Ibu dengan suara yang lembut. Udin hanya menghela napas panjang dan berjalan dengan langkah yang berat. Ia merasa terganggu karena waktu bermainnya berkurang. Sepanjang jalan, Udin bergumam sendiri, "Mengapa harus sekarang? Kan Udin sedang asyik bermain."
Sesampainya di rumah Nenek, ia melihat Nenek sedang duduk di teras dengan wajah yang menantikan sesuatu. Saat melihat Udin datang, wajah Nenek langsung berseri-seri. "Terima kasih ya, Udin. Kamu anak yang baik, sudah mau repot-repot datang ke sini untuk Nenek," ucap Nenek sambil mengusap kepala Udin dengan penuh kasih sayang.
Melihat senyum Nenek, tiba-tiba hati Udin terasa hangat. Ia teringat kembali bagaimana Ibu selalu menasihatinya agar selalu menghormati orang yang lebih tua, terutama orang tua sendiri dan kakek-nenek. Udin pun sadar, sikapnya tadi kurang pantas. Ia seharusnya lebih bersyukur karena masih bisa berbakti dan berbagi kasih sayang.
Udin kemudian duduk sebentar menemani Nenek dan mendengarkan cerita-cerita masa kecil Ibu. Ternyata, mendengarkan cerita Nenek sangat menyenangkan. Udin pun berjanji dalam hati untuk selalu bersikap sopan dan penuh hormat kepada orang yang lebih tua, tidak hanya kepada Ibu, tetapi kepada siapa pun di desanya.
Sore harinya, Udin pulang dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Ia kembali ke rumah dan memeluk Ibu dengan erat. "Maafkan Udin ya, Bu, tadi sempat merasa kesal," bisik Udin. Ibu tersenyum bijak dan membelai punggung Udin. Mereka pun duduk bersama di beranda, menikmati suasana sore yang damai di Desa Hijau.
Sejak hari itu, Udin menjadi anak yang lebih santun. Ia mengerti bahwa rukun dengan keluarga dan menghormati orang yang lebih tua adalah cerminan kebaikan hati yang akan mendatangkan kebahagiaan bagi semua orang.
Komentar
Posting Komentar