Mila dan Kebun Sekolah

Di sebuah desa yang asri, terdapat sebuah sekolah desa yang halamannya sangat luas. Mila, seorang anak perempuan yang rajin, sedang menatap lahan kosong di sudut sekolah dengan perasaan cemas. Hari ini adalah hari kerja bakti untuk membuat kebun sayur bersama. Namun, Mila merasa takut. Ia takut bibit yang ia tanam tidak akan tumbuh dengan baik dan justru membuat malu teman-temannya.

"Aduhai, bagaimana kalau nanti aku gagal?" gumam Mila pelan sambil memegang sekantong benih bayam. Tangannya sedikit gemetar.

Tiba-tiba, seekor Kancil yang cerdik muncul dari balik pagar bambu sekolah. Kancil memang sering terlihat bermain di sekitar sekolah karena anak-anak desa selalu menyambutnya dengan ramah. Kancil memperhatikan Mila yang sedari tadi hanya melamun.

"Mengapa kau tampak ragu, Mila?" tanya Kancil dengan suara yang lembut. Mila pun menceritakan ketakutannya tentang kegagalan menanam bibit tersebut.

Kancil tersenyum bijak, lalu berkata, "Mila, di desa ini, kita tidak pernah bekerja sendirian. Jika kau takut gagal, ingatlah bahwa kita akan mengerjakannya dengan gotong royong. Saat kita saling membantu, beban yang berat akan terasa ringan, dan ketakutan akan hilang."

Mila merenungkan kata-kata Kancil. Ia kemudian mengumpulkan keberaniannya dan mulai mencangkul tanah sedikit demi sedikit. Tak lama kemudian, teman-teman sekolah lainnya datang membantu. Ada yang membawa air, ada yang memupuk, dan ada yang menanam benih bersama Mila. Kancil pun ikut membantu dengan caranya, yaitu menyingkirkan kerikil-kerikil tajam di sekitar lahan agar tanah menjadi gembur.

Setelah beberapa waktu, lahan yang tadinya gersang kini telah tertata rapi dengan benih-benih yang siap tumbuh. Mila merasa lega dan bahagia. Ia sadar bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan berani melangkah meski ada rasa cemas, apalagi ketika dikelilingi oleh teman-teman yang saling mendukung.

"Terima kasih, Kancil!" seru Mila riang. Kancil hanya mengangguk kecil sebelum kembali melompat ke hutan, meninggalkan pesan berharga tentang indahnya kebersamaan.

Komentar