Kancil yang Cerdik vs Singa yang Sombong


Ada seekor singa yang menjadi raja hutan. Dia sangat sombong dan angkuh. Dia selalu memerintah hewan-hewan lain dengan keras dan tidak adil. Dia juga suka memangsa hewan-hewan yang lemah dan takut padanya.

Suatu hari, dia melihat seekor kancil yang sedang mencari makan di padang rumput. Dia lapar dan ingin memakan kancil itu. Dia pun mengendap-endap mendekati kancil itu. Tapi kancil itu sangat cerdik dan waspada. Dia merasakan ada yang mengintainya dari belakang.

Dia pun berpura-pura tidak tahu dan berkata dengan keras, "Wah, hari ini saya beruntung sekali. Ada sebuah sumur yang penuh dengan air dan ikan. Saya bisa minum dan makan sepuasnya. Sayang sekali tidak ada yang mau ikut saya."

Singa itu mendengar perkataan kancil itu dan tertarik. Dia penasaran dengan sumur yang penuh dengan air dan ikan. Dia berpikir, "Kalau saya bisa menemukan sumur itu, saya bisa makan lebih banyak ikan dan menjadi lebih kuat. Lalu saya bisa memerintah hutan ini dengan lebih mudah. Mungkin saya bisa menipu kancil itu dan mengikuti dia ke sumur itu."

Dia pun keluar dari persembunyiannya dan berpura-pura ramah. Dia berkata kepada kancil, "Halo, kancil. Apa kabar? Kamu tampak sangat senang hari ini. Ada apa?"

Kancil itu pura-pura kaget dan berkata, "Oh, halo, singa. Apa kabar? Saya senang sekali hari ini. Saya baru saja menemukan sebuah sumur yang penuh dengan air dan ikan. Saya mau pergi ke sana sekarang. Kamu mau ikut saya?"

Singa itu mengangguk dan berkata, "Tentu saja, saya mau ikut kamu. Ayo, tunjukkan sumur itu padaku. Saya juga lapar dan haus."

Kancil itu pun menuntun singa itu ke sumur yang sebenarnya kosong dan kering. Dia berkata, "Ini dia, sumur yang penuh dengan air dan ikan. Kamu bisa melihatnya sendiri. Tapi hati-hati, jangan sampai jatuh ke dalam sumur."

Singa itu mendekati sumur dan melihat ke dalamnya. Dia melihat bayangan dirinya sendiri di dasar sumur. Dia mengira itu adalah air dan ikan. Dia pun tergiur dan melompat ke dalam sumur. Tapi dia tidak menemukan apa-apa selain tanah dan batu. Dia terjebak di dalam sumur dan tidak bisa keluar.

Kancil itu tertawa dan berkata, "Nah, sekarang kamu tahu rasanya. Kamu selalu sombong dan angkuh. Kamu selalu memerintah hewan-hewan lain dengan keras dan tidak adil. Kamu selalu memangsa hewan-hewan yang lemah dan takut padamu. Sekarang kamu sendiri yang menjadi korban kebodohanmu. Selamat tinggal, singa. Semoga kamu bahagia di dalam sumur."

Kancil itu pun pergi meninggalkan singa yang meratap dan menyesal. Hewan-hewan lain yang mendengar cerita ini pun bersukacita. Mereka merasa bebas dari kezaliman singa. Mereka mengangkat kancil sebagai raja hutan yang baru. Mereka hidup bahagia dan damai di bawah kepemimpinan kancil yang cerdik dan adil.

Cerita ini mengajarkan kita bahwa kesombongan dan keangkuhan bisa membawa petaka. Kita harus rendah hati dan bijaksana. Kita juga harus berlaku adil dan baik kepada sesama. Kita tidak boleh menindas atau mengeksploitasi orang lain. Kita harus menghargai dan menghormati perbedaan. Kita harus bekerja sama dan saling membantu. Dengan begitu, kita bisa hidup bahagia dan damai. 



Selesai.


Yuk, jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Siapa tokoh utama dalam cerpen ini? Apa sifatnya?
  2. Mengapa singa ingin memakan kancil?
  3. Bagaimana kancil menipu singa dengan cerita tentang sumur yang penuh dengan air dan ikan?
  4. Apa yang terjadi pada singa setelah dia melompat ke dalam sumur?
  5. Bagaimana reaksi hewan-hewan lain setelah mengetahui nasib singa?
  6. Apa yang dilakukan kancil setelah meninggalkan singa di dalam sumur?
  7. Apa pesan moral yang bisa kita ambil dari cerpen ini?
  8. Apakah kamu pernah merasa sombong atau angkuh seperti singa? Ceritakan pengalamanmu.
  9. Apakah kamu pernah berlaku cerdik atau bijaksana seperti kancil? Ceritakan pengalamanmu.
  10. Apakah kamu suka dengan cerpen ini? Mengapa?

Komentar