Asyiknya Bersih Desa

Di sebuah desa hijau yang asri, hiduplah seorang anak perempuan bernama Sekar. Sekar sangat menyukai desanya, tapi akhir-akhir ini, desa mereka tampak kotor. Sampah berserakan di mana-mana, sungai menjadi keruh, dan bunga-bunga di tepi jalan layu.

Suatu hari, Pak Kades memanggil seluruh warga desa. “Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, desa kita sedang tidak sehat. Kita harus membersihkan desa bersama-sama!” seru Pak Kades dengan suara lantang.

Sekar merasa sedih melihat desanya seperti itu. Ia teringat pesan Nenek, “Sekar, jagalah lingkunganmu. Lingkungan yang bersih akan membuat kita sehat dan bahagia.”

Awalnya, banyak warga yang mengeluh. “Ah, berat sekali membersihkan desa,” kata seorang bapak. “Aku kan sibuk bekerja,” timpal ibu yang lain.

Namun, Sekar tidak menyerah. Ia mengajak teman-temannya, Budi dan Rina, untuk mulai memungut sampah. “Ayo, teman-teman! Kita mulai dari sini saja,” kata Sekar sambil menunjuk tumpukan sampah di dekat sungai.

Budi dan Rina setuju. Mereka mulai memungut sampah dengan semangat. Melihat Sekar dan teman-temannya bekerja keras, warga lain mulai ikut membantu. Bu Guru juga datang membawa sapu dan ember. “Mari kita gotong royong membersihkan desa kita!” seru Bu Guru.

Dengan kerja keras dan semangat gotong royong, desa itu kembali bersih dan indah. Sungai kembali jernih, bunga-bunga bermekaran, dan udara terasa segar. Sekar, Budi, Rina, dan seluruh warga desa merasa bahagia.

“Terima kasih, Sekar, Budi, dan Rina! Kalian telah mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga kebersihan desa,” kata Pak Kades sambil tersenyum.

Sekar tersenyum lebar. Ia tahu, menjaga tradisi gotong royong dan peduli lingkungan adalah tanggung jawab semua orang. Sejak saat itu, warga desa selalu menjaga kebersihan desa mereka dan melakukan kegiatan bersih-bersih secara rutin.


Komentar