
Di sebuah desa yang asri, hiduplah seorang anak perempuan bernama Lila. Lila sangat menyayangi desanya, terutama hutan bambu yang rindang di dekat rumahnya. Hutan bambu itu adalah tempat bermainnya bersama teman-teman, tempat mencari kayu bakar untuk ibunya, dan tempat mencari ketenangan hati.
Suatu hari, Lila melihat banyak sampah berserakan di hutan bambu. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun-daun kering menumpuk, membuat hutan terlihat kotor dan tidak sedap dipandang. “Aduh, kalau begini terus, hutan bambu kesayanganku akan rusak,” gumam Lila sedih.
Lila kemudian mengajak Budi, sahabatnya yang selalu ceria, untuk membersihkan hutan bambu. Budi setuju dengan senang hati. “Tentu saja, Lila! Kita harus menjaga keindahan alam kita bersama,” kata Budi sambil mengangguk semangat.
Mereka mulai memungut sampah yang berserakan. Awalnya, pekerjaan itu terasa berat dan melelahkan. Namun, Lila dan Budi saling menyemangati. “Ayo, Budi, semangat! Kita bisa melakukannya bersama,” kata Lila sambil tersenyum.
Tak lama kemudian, Pak Karto, kepala desa yang baik hati, datang melihat Lila dan Budi sedang bekerja. Beliau tersenyum bangga melihat semangat kedua anak itu. “Wah, kalian hebat sekali! Kalian benar-benar cinta dengan desa dan hutan bambunya,” puji Pak Karto.
Pak Karto kemudian mengajak warga desa untuk ikut serta dalam kerja bakti membersihkan hutan bambu. Dengan senang hati, warga desa berdatangan dan ikut membantu. Mereka bekerja bersama-sama, saling membantu dan menyemangati. Mbak Siti, tetangga Lila yang ramah, membawa peralatan kebersihan seperti sapu dan ember. “Mari kita jaga kebersihan hutan bambu ini agar tetap asri dan indah,” ajak Mbak Siti.
Setelah beberapa jam bekerja keras, hutan bambu pun kembali bersih dan indah. Lila, Budi, Pak Karto, Mbak Siti, dan seluruh warga desa merasa bahagia dan bangga. Mereka telah berhasil menjaga keindahan alam mereka bersama-sama.
“Terima kasih kepada semua yang sudah ikut membantu,” kata Lila sambil tersenyum lebar. “Dengan kerja bakti dan gotong royong, kita bisa menjaga keindahan alam kita dan membuat desa kita semakin nyaman,” tambah Budi.
Sejak saat itu, warga desa selalu mengadakan kerja bakti secara rutin untuk menjaga kebersihan hutan bambu. Mereka belajar bahwa dengan menghargai orang lain dan bekerja sama, mereka bisa mencapai hal-hal yang luar biasa.
Komentar
Posting Komentar