
Di sebuah kampung yang asri, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Bima. Bima adalah anak yang ceria, tapi kadang kala kurang sabar. Suatu sore, setelah bermain dengan teman-temannya, Bima diminta oleh Ayah untuk membersihkan mushola kampung. Mushola itu memang sudah lama tidak dibersihkan, debu dan daun-daun kering menumpuk di sana.
“Bima, tolong bersihkan mushola ya, Nak. Nanti malam ada pengajian, biar bersih dan nyaman untuk semua,” pesan Ayah dengan lembut. Bima mengangguk malas. Ia lebih ingin bermain layangan daripada membersihkan mushola. “Iya, Yah,” jawabnya singkat, lalu berlari menjauh.
Namun, Bima hanya membersihkan sedikit saja. Ia hanya menyapu karpet dan mengusap debu di meja. Lantainya masih kotor, dan sudut-sudut mushola penuh dengan sarang laba-laba. Ia beralasan, “Sudah cukup, Yah. Aku capek.”
Ayah yang melihat, tersenyum sabar. Ia mendekati Bima dan berjongkok di sampingnya. “Bima, membersihkan mushola itu ibadah. Ibadah itu butuh kesabaran dan ketelitian. Kalau hanya sedikit saja, tidak akan bersih sempurna,” kata Ayah dengan bijak. “Lihatlah, Bima. Mushola ini adalah tempat ibadah kita semua. Kita harus menjaganya dengan baik.”
Bima terdiam. Ia menatap Ayah, lalu menatap mushola yang masih kotor. Ia merasa bersalah. Ia ingat pesan kakeknya, “Sopan santun itu dimulai dari hal-hal kecil, Bima. Seperti membersihkan tempat ibadah.”
Dengan semangat baru, Bima mulai membersihkan mushola dengan teliti. Ia menyapu seluruh lantai, membersihkan sudut-sudut, dan mengusir sarang laba-laba. Ayah membantunya dengan sabar. Mereka bekerja bersama-sama, saling menyemangati.
Malam harinya, mushola terlihat bersih dan nyaman. Para jamaah memuji kebersihan mushola. Bima merasa bangga dan bahagia. Ia belajar bahwa kesabaran dan ketelitian akan menghasilkan sesuatu yang baik. Ia juga belajar bahwa membantu orang lain adalah perbuatan yang mulia. Ayah tersenyum melihat Bima. Ia tahu, anaknya telah belajar tentang sopan santun dan kesabaran.
Sejak saat itu, Bima tidak pernah menunda-nunda tanggung jawab lagi. Ia selalu berusaha melakukan segala sesuatu dengan sabar dan teliti. Ia juga selalu ingat pesan Ayah tentang pentingnya menjaga kebersihan mushola dan tempat ibadah lainnya.
Komentar
Posting Komentar