Kura-Kura dan Tari Saman

Di sebuah desa yang asri, pinggir sawah yang hijau, hiduplah seekor kura-kura bernama Kura. Kura adalah kura-kura yang baik hati, tapi ia punya satu masalah: ia sangat takut mencoba hal baru. Setiap kali ada acara pentas di desa, Kura selalu bersembunyi di dalam rumahnya.

Suatu hari, Bu Guru datang ke rumah Kura. “Kura, desa kita akan mengadakan pentas seni untuk merayakan panen. Aku ingin kamu ikut menari Tari Saman,” kata Bu Guru dengan lembut. Kura terkejut. “Menari? Tapi Bu Guru, aku tidak bisa menari! Aku takut salah dan mempermalukan diriku,” jawab Kura dengan suara pelan.

Bu Guru tersenyum. “Kura, tidak ada yang bisa langsung pandai. Semua butuh latihan. Ibu yakin kamu bisa. Ingat, sopan santun itu penting, tapi jangan sampai rasa takut membuatmu tidak mencoba,” nasihat Bu Guru. Ia kemudian mengajak Kura berlatih Tari Saman setiap sore.

Awalnya, Kura sangat kesulitan. Kakinya terasa kaku, gerakannya tidak sinkron dengan teman-temannya. Ia seringkali ingin menyerah. Tapi, ia ingat pesan Bu Guru dan semangat teman-temannya. Ia terus berlatih dengan tekun.

“Ayo Kura, semangat! Kamu pasti bisa!” seru Rina, salah satu teman Kura. “Jangan menyerah, Kura! Kita latihan bersama!” timpal Budi.

Hari pentas tiba. Kura merasa sangat gugup. Ia hampir saja tidak naik ke panggung. Tapi, ia melihat Bu Guru tersenyum menyemangatinya. Ia menarik napas dalam-dalam dan melangkah maju.

Ketika musik Tari Saman mulai mengalun, Kura mulai menari. Gerakannya masih sedikit kaku, tapi ia berusaha sebaik mungkin. Ia mengikuti gerakan teman-temannya dengan hati-hati. Ternyata, menari Tari Saman tidak seburuk yang ia bayangkan. Ia mulai menikmati irama musik dan gerakan tarian.

Penonton bersorak gembira melihat penampilan Kura dan teman-temannya. Kura merasa sangat bahagia. Ia telah berhasil mengatasi rasa takutnya dan mencoba hal baru. Ia belajar bahwa tidak mudah menyerah adalah kunci untuk mencapai tujuan.

Setelah pentas selesai, Bu Guru menghampiri Kura. “Hebat sekali kamu, Kura! Ibu bangga padamu,” kata Bu Guru sambil mengelus kepala Kura. Kura tersenyum lebar. Ia tahu, ia telah belajar banyak hari ini.


Sejak saat itu, Kura tidak lagi takut mencoba hal baru. Ia selalu berusaha untuk sopan dan menghormati orang lain, tapi ia juga tidak pernah ragu untuk melangkah keluar dari zona nyamannya.

Komentar