Ombak dan Nyanyian Senja

Di sebuah pantai tropis yang indah, hiduplah seorang anak perempuan bernama Kirana. Kirana sangat menyukai pantai, pasirnya yang lembut, ombak yang berkejaran, dan suara burung camar yang riang. Tapi, Kirana punya masalah. Ia sangat takut berbicara di depan kelas!

Hari ini, Bu Guru meminta semua murid untuk mempresentasikan hasil penelitian tentang keindahan laut Indonesia. Jantung Kirana berdebar kencang. Ia ingin sekali berbagi tentang terumbu karang yang berwarna-warni dan ikan-ikan lucu yang ia lihat saat bermain di pantai bersama Ayahnya. Tapi, rasa takutnya terlalu besar.

“Aku tidak bisa, Bu,” lirih Kirana saat Bu Guru memanggil namanya. “Aku takut.”

Tiba-tiba, seorang kakek tua yang bijaksana, Pak Surya, yang sedang duduk di tepi pantai, mendekat. Pak Surya adalah seorang nelayan yang sudah lama tinggal di desa itu. Ia dikenal karena pengetahuannya tentang laut dan keramahannya.

“Kenapa kamu takut, Nak?” tanya Pak Surya lembut.

“Aku takut salah bicara, takut ditertawakan,” jawab Kirana dengan wajah sedih.

Pak Surya tersenyum. “Dengarkanlah ombak, Kirana. Ia selalu datang dan pergi, kadang tenang, kadang bergelora. Tapi, ia tidak pernah berhenti menyanyi. Ia menyanyi tentang laut, tentang kehidupan, tentang keindahan. Kamu juga punya suara, Nak. Suaramu adalah nyanyian hatimu. Jangan biarkan rasa takut membungkamnya.”

Kirana terdiam, mendengarkan suara ombak yang menenangkan. Ia melihat ke arah laut, melihat ikan-ikan berenang dengan riang, melihat terumbu karang yang menawan. Ia teringat akan keindahan laut yang ingin ia bagikan kepada teman-temannya.

Dengan berani, Kirana kembali menghadap Bu Guru. Ia menarik napas dalam-dalam dan mulai berbicara. Awalnya suaranya sedikit bergetar, tapi lama-lama semakin mantap. Ia menceritakan tentang keindahan laut Indonesia, tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai, dan tentang bagaimana ia mencintai laut.

Teman-teman Kirana mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka terpesona dengan cerita Kirana. Bu Guru tersenyum bangga. Setelah selesai, Kirana merasa lega dan bahagia. Ia telah berhasil mengatasi rasa takutnya dan berbagi keindahan laut kepada teman-temannya.

Sejak saat itu, Kirana semakin rajin belajar dan selalu berusaha menjaga kebersihan pantai. Ia tahu, mencintai tanah air adalah dengan menjaga keindahan alamnya. Ia juga belajar bahwa setiap orang punya suara, dan suara itu harus didengarkan, terutama jika suara itu berbicara tentang kebaikan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Komentar