Pinus dan Permohonan Ibu Bumi

Di tengah hutan pinus yang rimbun, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Raden. Ia dikenal suka bermain sendiri dan kurang memperhatikan orang yang lebih tua. Suatu hari, Ibu Bumi, yang diwujudkan dalam bentuk pohon pinus raksasa, memanggil Raden.

“Raden, hutan ini sedang bersedih. Daun-daun pinus berguguran lebih cepat dari biasanya. Aku membutuhkan bantuanmu,” kata pohon pinus dengan suara bergemuruh lembut. “Aku ingin kau mengumpulkan seribu biji pinus untuk menanam kembali hutan ini.”

Raden mengangguk, meskipun dalam hatinya ia merasa berat. Mengumpulkan seribu biji pinus bukanlah tugas yang mudah! Saat ia mulai mencari, ia bertemu dengan Nyi Roro Kidul, seorang wanita tua yang bijaksana. Nyi Roro Kidul tersenyum ramah.

“Raden, tugasmu memang berat. Tapi, kau tidak perlu melakukannya sendirian. Mari kita ajak teman-temanmu,” saran Nyi Roro Kidul. Raden awalnya ragu, tapi ia ingat pesan ibunya untuk selalu bersikap sopan dan membantu sesama.

Raden kemudian mengajak Bagas dan Sari, teman-temannya yang selalu riang. Awalnya, mereka mengeluh karena tugas itu tampak sulit. Namun, Raden mengingatkan mereka tentang pentingnya menjaga hutan dan membantu Ibu Bumi. “Ayo, kita kerja sama! Kita bagi tugas,” ajak Raden.

Bagas bertugas mencari biji pinus yang jatuh di dekat akar pohon. Sari bertugas memungut biji yang tersangkut di antara ranting. Raden bertugas mengumpulkan biji-biji yang mereka temukan ke dalam keranjang. Mereka bekerja dengan semangat dan saling membantu. Raden juga selalu mengucapkan “Terima kasih” kepada Bagas dan Sari atas bantuannya.

Setelah beberapa jam bekerja keras, keranjang mereka penuh dengan biji pinus. Ternyata, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari seribu biji! Ibu Bumi, yang diwujudkan dalam bentuk pohon pinus raksasa, tersenyum senang.

“Terima kasih, Raden, Bagas, dan Sari. Kalian telah menunjukkan bahwa dengan kerja sama dan sopan santun, kita bisa melakukan hal yang luar biasa,” kata pohon pinus. Daun-daun pinus mulai menghijau kembali, dan hutan kembali riang.

Raden, Bagas, dan Sari belajar bahwa bekerja sama itu lebih menyenangkan daripada bekerja sendiri. Mereka juga belajar bahwa sopan santun adalah kunci untuk mendapatkan bantuan dan persahabatan.

Komentar