
Di sebuah kampung adat yang asri, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Budi. Budi dikenal sebagai anak yang rajin dan selalu mendengarkan nasihat ayah dan ibu. Kampungnya selalu ramai dengan kegiatan gotong royong, dan Budi sangat senang ikut membantu.
Suatu hari, Pak Tani, tetangga mereka yang baik hati, terlihat sedih. Tanahnya yang subur tiba-tiba dipenuhi rumput liar yang tumbuh dengan cepat. Pak Tani kesulitan membersihkannya sendirian, karena usianya sudah lanjut.
“Aduh, bagaimana ini? Panen tiba, tapi tanamanku belum siap,” keluh Pak Tani sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Budi yang mendengar keluhan Pak Tani segera menghampirinya. “Jangan khawatir, Pak Tani! Nanti saya bantu membersihkan,” kata Budi dengan semangat.
Budi lalu menghampiri Kakek Jaya, sesepuh kampung yang bijaksana. “Kakek, Pak Tani kesulitan membersihkan tanahnya. Bisakah kita gotong royong membantu Pak Tani?” tanya Budi.
Kakek Jaya tersenyum. “Tentu saja, Budi. Gotong royong adalah tradisi kita. Ayo, kita ajak semua warga kampung.”
Dengan cepat, Budi dan Kakek Jaya mengumumkan rencana gotong royong kepada seluruh warga kampung. Semua orang berdatangan dengan membawa alat-alat kebun masing-masing. Ibu-ibu membawa makanan dan minuman untuk para pekerja.
Semua warga kampung bekerja sama membersihkan tanah Pak Tani. Budi dengan sigap mencabut rumput liar, sementara yang lain menyiram tanah. Suasana riang dan penuh kebersamaan menyelimuti kampung.
Setelah beberapa jam bekerja keras, tanah Pak Tani akhirnya bersih dari rumput liar. Pak Tani sangat berterima kasih kepada seluruh warga kampung. “Terima kasih banyak, semuanya! Kalian memang luar biasa!” seru Pak Tani dengan haru.
Budi tersenyum bangga. Ia merasa senang karena bisa membantu tetangga dan ikut melestarikan tradisi gotong royong. Ayah dan ibu Budi juga sangat bangga melihat kebaikan hati anaknya. Budi tahu, dengan gotong royong, semua kesulitan bisa diatasi bersama-sama.
Malam harinya, Budi duduk bersama keluarganya. “Nak, kamu sudah membuat bangga kami hari ini,” kata ibu sambil mengelus rambut Budi. “Ingat, selalu berbuat baik kepada sesama dan jangan lupa menghormati orang tua,” pesan ayah.
Budi mengangguk. Ia berjanji akan selalu menuruti nasihat ayah dan ibu dan terus berbakti kepada mereka.
Komentar
Posting Komentar