Senja di Hutan Pinus

Di sebuah hutan pinus yang rindang, hiduplah seorang anak perempuan bernama Kirana. Kirana sangat menyukai hutan pinus, tapi ia punya satu masalah: ia takut mencoba hal baru. Setiap kali ada tantangan, Kirana selalu bersembunyi di balik pohon pinus kesayangannya.

Suatu hari, Kakek Surya, seorang pembuat wayang kulit yang bijaksana, datang berkunjung. Kakek Surya terkenal ramah dan sabar. Ia melihat Kirana sedang murung di dekat pohon pinus. “Kenapa, Kirana? Ada apa denganmu?” tanya Kakek Surya lembut.

“Aku… aku takut, Kek. Teman-temanku sedang membuat jembatan dari batang pinus untuk menyeberangi sungai kecil. Aku ingin membantu, tapi aku takut jembatanku tidak kuat,” jawab Kirana dengan suara pelan.

Kakek Surya tersenyum. “Kirana, setiap orang pernah merasa takut. Tapi, takut tidak boleh menghentikanmu untuk mencoba. Ingatlah, sopan santun juga berarti berani membantu sesama. Coba saja, Nak. Kakek yakin kamu bisa.”

Kirana ragu-ragu. Ia melihat teman-temannya yang sedang bekerja sama dengan riang. Ia teringat pesan Kakek Surya tentang sopan santun dan membantu sesama. Dengan memberanikan diri, Kirana mendekati teman-temannya.

“Aku… aku mau bantu!” seru Kirana malu-malu.

Awalnya, Kirana melakukan kesalahan. Batang pinus yang ia pilih terlalu kecil. Tapi, teman-temannya tidak mengejeknya. Mereka malah membantunya mencari batang pinus yang lebih kuat. Mereka bekerja sama dengan sangat riang. Kirana belajar banyak dari mereka.

Akhirnya, jembatan itu selesai. Jembatan itu kokoh dan kuat. Kirana merasa sangat bangga pada dirinya sendiri. Ia berhasil mengatasi rasa takutnya dan membantu teman-temannya. Kakek Surya tersenyum melihat Kirana yang kini percaya diri.

“Hebat, Kirana! Kamu sudah menunjukkan bahwa kamu adalah anak yang berani dan sopan,” puji Kakek Surya.

Sejak saat itu, Kirana tidak lagi takut mencoba hal baru. Ia selalu ingat pesan Kakek Surya dan semangat gotong royong teman-temannya. Ia tahu, dengan keberanian dan sopan santun, ia bisa melakukan apa saja.

Komentar