
Di sebuah kampung yang asri, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Bima. Bima dikenal sebagai anak yang ceria dan suka bermain, tetapi kadang kala ia lupa untuk membantu ibunya di rumah. Suatu sore, ibunya, Ibu Ratna, meminta Bima untuk membersihkan mushola kampung sebelum waktu sholat tiba.
“Bima, tolong bersihkan mushola ya, Nak. Sebentar lagi waktu sholat, dan banyak jamaah yang akan datang,” pinta Ibu Ratna dengan lembut.
Bima menghela napas. Ia sedang asyik bermain layangan dengan teman-temannya. “Aduh, Bu, Bima lagi main layangan sama teman-teman. Nanti saja ya, Bu,” jawab Bima tanpa memperhatikan nada bicara ibunya.
Ibu Ratna tersenyum sabar. “Bima, membantu orang lain itu baik. Apalagi mushola ini adalah tempat ibadah kita bersama. Rasanya tidak enak jika mushola kotor saat orang-orang ingin beribadah,” jelas Ibu Ratna.
Bima masih ragu, tetapi ia melihat wajah ibunya yang penuh harap. Ia teringat pesan kakeknya, Kakek Surya, tentang pentingnya menghormati orang tua dan membantu sesama. Kakek Surya selalu mengingatkannya untuk menjadi anak yang berguna bagi masyarakat.
Dengan berat hati, Bima meninggalkan teman-temannya dan berlari menuju mushola. Mushola itu memang terlihat berantakan. Ada dedaunan kering berserakan, debu di lantai, dan karpet yang sedikit berdebu. Bima mulai membersihkan mushola dengan semangat. Ia menyapu lantai, membersihkan debu, dan merapikan karpet.
Saat Bima sedang asyik membersihkan, Pak Usman, seorang tokoh masyarakat kampung, datang menghampirinya. “Wah, Bima sedang membersihkan mushola? Bagus sekali, Nak! Semangat terus ya,” kata Pak Usman sambil tersenyum.
Bima tersenyum malu. Ia merasa senang karena usahanya dihargai. Tak lama kemudian, waktu sholat tiba. Mushola dipenuhi jamaah yang hendak beribadah. Bima merasa bangga karena mushola yang ia bersihkan terlihat bersih dan nyaman.
Setelah sholat, Ibu Ratna menghampiri Bima dan memeluknya erat. “Ibu bangga sama kamu, Nak. Kamu anak yang baik dan berbakti,” kata Ibu Ratna dengan mata berkaca-kaca.
Bima tersenyum lebar. Ia belajar bahwa membantu orang tua dan sesama adalah hal yang sangat penting. Sejak saat itu, Bima selalu berusaha untuk membantu ibunya dan menjadi anak yang berguna bagi kampung halamannya. Ia juga selalu ingat pesan Kakek Surya tentang pentingnya menghormati orang tua dan membantu sesama.
Senja itu, Bima merasakan kehangatan cinta ibunya dan kebahagiaan karena telah melakukan hal yang benar.
Komentar
Posting Komentar