Si Kecil dan Kakek Bijaksana

Di sebuah desa hijau yang asri, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Bima. Bima dikenal lincah dan suka bermain, tetapi kadang kala ia lupa untuk menghormati Kakek Surya, orang yang paling bijaksana di desa itu. Kakek Surya selalu memberikan nasihat dan cerita-cerita menarik tentang masa lalu.

Suatu hari, Bima sedang asyik bermain layang-layang di dekat rumah Kakek Surya. Tiba-tiba, layang-layangnya tersangkut di pohon tinggi. Bima mencoba meraihnya, tetapi gagal. Ia lalu mendengus kesal dan berkata, “Aduh, payah! Kenapa layang-layangku harus tersangkut di sini?”

Kakek Surya yang sedang duduk di beranda, mendengar keluhan Bima. Dengan tenang, Kakek Surya memanggil Bima, “Bima, mendekatlah. Kakek punya cara.” Bima dengan malas menghampiri Kakek Surya. Ia merasa kesal karena harus berhenti bermain.

“Kakek, aku tidak bisa meraih layang-layangku,” keluh Bima.

“Tidak semua hal bisa didapatkan dengan paksaan, Bima. Kadang, kita perlu berpikir dan mencari cara yang lebih baik,” jawab Kakek Surya dengan bijak. Kakek Surya kemudian menunjukkan sebuah ranting panjang yang tergeletak di dekatnya. “Coba gunakan ini, Bima. Arahkan dengan hati-hati.”

Bima mengikuti saran Kakek Surya. Dengan perlahan dan hati-hati, ia menggunakan ranting panjang itu untuk menjentik layang-layangnya. Ajaib! Layang-layang itu pun terlepas dan kembali ke tangan Bima.

Bima tersenyum lebar. “Terima kasih, Kakek! Kakek memang hebat!”

Kakek Surya tersenyum lembut. “Ingatlah, Bima, menghormati orang yang lebih tua adalah kunci untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman berharga. Jangan pernah meremehkan nasihat mereka, karena di balik setiap nasihat, terdapat kebijaksanaan yang tak ternilai harganya.”

Sejak saat itu, Bima selalu ingat pesan Kakek Surya. Ia belajar untuk lebih sabar, lebih menghargai, dan lebih mendengarkan nasihat orang yang lebih tua. Bima pun menjadi anak yang percaya diri dan semakin bijaksana.

Desa hijau itu pun semakin harmonis, karena setiap orang saling menghormati dan membantu satu sama lain. Gotong royong menjadi kebiasaan yang selalu dijunjung tinggi, dan kebersamaan selalu dirayakan dengan suka cita.

Komentar