
Di tengah riuhnya Pasar Buah Merah, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Bima. Bima adalah anak yang baik hati dan suka membantu, terutama Nenek Sri, penjual kue tradisional di los sebelah rumahnya. Setiap pagi, Bima selalu membantunya menata kue-kue yang manis dan harum.
Suatu hari, Bu Guru mengumumkan ada pentas seni di sekolah. Semua murid diminta untuk tampil. Bima sangat ingin ikut, tapi ia takut. Ia takut berbicara di depan banyak orang. “Aku tidak bisa, Bu,” lirih Bima saat Bu Guru bertanya apakah ia mau membacakan puisi.
Nenek Sri yang mendengar keluh kesah Bima, tersenyum lembut. “Bima, lihatlah pasar ini. Banyak sekali orang yang berjualan di sini. Mereka berani menawarkan dagangannya kepada banyak orang, kan?” kata Nenek Sri sambil menunjuk ke arah para pedagang yang sedang berteriak menawarkan barang dagangan mereka.
Bima mengangguk. Ia melihat Pak Joko, penjual sayur, dengan semangat menawarkan sayurannya. Ia juga melihat Ibu Rina, penjual bunga, dengan sabar menjelaskan kepada pembeli tentang jenis-jenis bunga yang ia jual. “Mereka tidak takut, Nek?” tanya Bima.
“Tentu saja tidak. Mereka percaya diri dengan apa yang mereka jual. Kamu juga harus percaya diri dengan kemampuanmu, Bima. Cobalah, sekali saja,” jawab Nenek Sri sambil mengusap rambut Bima.
Bima berpikir sejenak. Ia teringat kata-kata Nenek Sri. Ia menarik napas dalam-dalam dan memberanikan diri menemui Bu Guru. “Aku mau mencoba, Bu,” ucap Bima dengan suara yang sedikit bergetar.
Di hari pentas seni, Bima tampil dengan gugup. Tapi, ia ingat pesan Nenek Sri dan semangat para pedagang di pasar. Ia mulai membacakan puisinya dengan lantang dan jelas. Semua orang di kelas tersenyum dan bertepuk tangan. Bima merasa sangat bahagia. Ia berhasil!
Sejak saat itu, Bima tidak lagi takut tampil di depan kelas. Ia belajar bahwa dengan keberanian dan dukungan dari orang-orang terdekat, ia bisa melakukan apa saja. Ia juga semakin rajin membantu Nenek Sri di pasar, belajar banyak hal dari para pedagang yang rukun dan saling membantu.
Rukun bertetangga, hidup pun terasa lebih indah!
Komentar
Posting Komentar