Kura-Kura dan Bunga Dahlia

Di sebuah desa hijau yang asri, hiduplah seekor kura-kura bernama Kura. Kura sangat menyukai bunga dahlia yang tumbuh di kebun Pak Tani. Setiap pagi, ia selalu mengagumi warna-warni bunga dahlia itu. Namun, Kura merasa sedikit sedih karena teman-temannya, seperti si Kelinci Lincah dan si Ayam Betutu, sering bermain bersama tanpa mengajaknya.

Aduh, kenapa mereka tidak pernah mengajakku bermain?” gumam Kura sambil menatap bunga dahlia yang sedang mekar.

Suatu hari, Pak Tani sedang menyiapkan bibit dahlia baru. Ia membutuhkan bantuan untuk menyiram tanaman. Kelinci Lincah dan Ayam Betutu sedang sibuk bermain petak umpet. Pak Tani melihat Kura yang sedang termenung di dekat bunga dahlia.

“Kura, maukah kamu membantuku menyiram tanaman dahlia?” tanya Pak Tani dengan ramah.

Kura terkejut. Ia mengangguk dengan semangat. “Tentu saja, Pak Tani! Saya akan membantu sebisa saya.”

Kura dengan hati-hati menyiram setiap tanaman dahlia. Ia melakukannya dengan teliti dan penuh perhatian. Pak Tani tersenyum melihat Kura bekerja dengan rajin.

Kelinci Lincah dan Ayam Betutu akhirnya selesai bermain. Mereka melihat Kura sedang membantu Pak Tani. Kelinci Lincah berkata, “Wah, Kura hebat! Dia membantu Pak Tani.”

Ayam Betutu menambahkan, “Iya, Kura. Kami selama ini tidak menyadari kamu bisa melakukan hal seperti ini. Kami minta maaf karena tidak mengajakmu bermain.”

Kura tersenyum. “Tidak apa-apa. Saya senang bisa membantu Pak Tani. Kejujuran dan kerja keras itu penting, bukan?”

Sejak saat itu, Kelinci Lincah dan Ayam Betutu sering mengajak Kura bermain. Mereka belajar bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing, dan penting untuk saling menghargai dan membantu satu sama lain. Mereka juga belajar bahwa membantu orang lain adalah hal yang menyenangkan.

Pak Tani sangat senang melihat Kura, Kelinci Lincah, dan Ayam Betutu bermain bersama. Ia tahu bahwa desa hijau mereka akan selalu dipenuhi dengan kebahagiaan dan persahabatan.

Komentar