Kura-Kura dan Janji di Desa Hijau

Di sebuah desa hijau yang asri, hiduplah seekor kura-kura bernama Kura. Kura adalah kura-kura yang sangat sopan dan selalu menolong siapa saja. Suatu hari, Pak Tani meminta bantuan Kura untuk mengumpulkan daun-daun kering di ladang. “Kura, bisakah kamu membantuku mengumpulkan daun-daun kering ini? Aku butuh untuk membuat kompos,” pinta Pak Tani dengan ramah.

Kura mengangguk dengan semangat. “Tentu saja, Pak Tani! Dengan senang hati saya akan membantu,” jawab Kura sopan. Namun, di dalam hatinya, Kura merasa khawatir. Ia takut gagal mengumpulkan daun-daun kering itu tepat waktu. “Bagaimana jika aku tidak bisa?” gumam Kura dalam hati.

Kura mulai mengumpulkan daun-daun kering itu. Ia bekerja dengan tekun, namun daun-daun itu terasa berat sekali. Kura mulai merasa lelah dan ingin berhenti. Ia melihat ke arah rumahnya, yang terlihat begitu nyaman. “Ah, lebih baik aku istirahat sebentar,” pikirnya.

Tiba-tiba, ia teringat pesan ibunya, “Kura, selalu tepati janjimu. Menepati janji itu menunjukkan tanggung jawabmu.” Kura tersadar. Ia tidak boleh mengecewakan Pak Tani. Ia melanjutkan pekerjaannya dengan lebih bersemangat.

Dengan sisa tenaga yang ada, Kura berhasil mengumpulkan semua daun-daun kering itu. Pak Tani sangat senang melihat Kura telah menyelesaikan tugasnya. “Terima kasih banyak, Kura! Kamu memang kura-kura yang hebat dan bertanggung jawab,” kata Pak Tani sambil tersenyum.

Kura merasa bangga pada dirinya sendiri. Ia telah belajar bahwa menepati janji dan bertanggung jawab itu sangat penting. Sejak saat itu, Kura selalu berusaha untuk menepati janjinya dan membantu siapa saja yang membutuhkan. Ia menjadi kura-kura yang paling disayangi di desa hijau itu.

Komentar