
Mentari pagi menyinari Pantai Tanjung Biru. Deburan ombak terdengar riang, mengajak bermain. Di tepi pantai, duduklah Kiki, seorang anak perempuan yang sedang asyik membuat istana pasir. Ia menggali, meratakan, dan menghias istananya dengan kerang-kerang cantik.
Tak lama kemudian, datanglah Budi, anak laki-laki yang membawa sekop besar. Budi langsung mulai menggali pasir di dekat istana Kiki. “Aku mau membuat parit untuk bentengku!” serunya dengan semangat.
Kiki merasa kesal. Parit Budi mengancam istana pasirnya! “Budi, jangan menggali di sini! Istana pasirku bisa roboh!” protes Kiki.
Budi berhenti menggali. Ia menatap Kiki dengan wajah cemberut. “Tapi aku juga mau membuat benteng! Ini pantai, kan? Semua boleh membuat apa saja!”
Tiba-tiba, seorang ibu lewat sambil tersenyum. “Kalian berdua kenapa ribut?” tanyanya lembut.
Kiki dan Budi menceritakan masalah mereka. Ibu itu mengangguk-angguk. “Begini saja, kalian berbagi. Budi bisa membuat paritnya di sisi lain, dan Kiki bisa melanjutkan membuat istananya. Kalian bisa bekerja sama membuat benteng yang lebih besar dan indah!”
Budi dan Kiki saling pandang. Mereka berpikir sejenak. “Ide yang bagus, Bu!” kata Budi akhirnya.
Mereka pun mulai bekerja sama. Budi menggali parit di sisi lain, dan Kiki melanjutkan menghias istananya. Mereka saling membantu, saling memberi ide. Istana pasir Kiki dan parit benteng Budi akhirnya menyatu, membentuk benteng yang kokoh dan indah.
Saat mereka selesai, Kiki menemukan sebuah kerang ajaib yang bersinar di dekat parit. Kerang itu mengeluarkan suara musik yang merdu. “Wah, kerang yang cantik!” seru Kiki.
Budi tersenyum. “Kita temukan bersama, Kiki. Jadi, ini kerang kita berdua.”
Kiki mengangguk setuju. Mereka berdua tertawa riang, menikmati keindahan pantai dan persahabatan mereka. Mereka belajar bahwa berbagi dan bekerja sama jauh lebih menyenangkan daripada bertengkar.
Sejak saat itu, Kiki dan Budi selalu bermain bersama di pantai. Mereka saling membantu dan saling menghargai. Mereka tahu, rukun bertetangga itu penting, apalagi jika bermain bersama.
Komentar
Posting Komentar