
Mentari pagi menyinari Pantai Tanjung Biru. Deburan ombak terdengar riang, menyambut hari baru. Di tepi pantai, duduklah seorang anak laki-laki bernama Bima. Ia sedang asyik membuat istana pasir yang megah. Bima terkenal lincah dan suka bermain, tapi kadang kala ia kurang hati-hati.
Tiba-tiba, datanglah Rara, teman baiknya. Rara membawa anyaman kecil berisi kue cucur buatan ibunya. “Bima, ini kue cucur untukmu! Ibuku bilang, anak yang rajin membuat istana pasir pasti beruntung,” kata Rara sambil tersenyum.
Bima senang sekali. Ia langsung menyantap kue cucur itu. Sambil makan, ia terus membangun istana pasirnya. Tanpa sengaja, tangannya menyenggol jaring ikan milik Pak Karto yang sedang bersiap melaut. Jaring Pak Karto yang baru diperbaiki itu, ikut roboh dan tercebur ke dalam air.
Pak Karto yang melihat kejadian itu, mendekat dengan wajah sedikit kecewa. “Bima, itu jaringku yang baru diperbaiki. Kenapa kamu tidak hati-hati?” tanya Pak Karto dengan nada lembut.
Bima terdiam. Ia merasa bersalah, tapi ia tidak berani mengakui kesalahannya. “Bukan aku, Pak! Mungkin karena ombak,” jawab Bima dengan nada lirih, berusaha menghindar.
Rara yang melihat Bima tidak jujur, mendekat. “Bima, jangan bohong, Pak. Itu salah Bima. Aku yang melihatnya,” kata Rara dengan berani. Ia menatap Bima dengan tatapan mengingatkan.
Bima menunduk malu. Ia akhirnya memberanikan diri untuk mengakui kesalahannya. “Maaf, Pak Karto. Maaf, Rara. Aku tidak sengaja. Aku janji akan bantu Pak Karto memperbaiki jaringnya,” ucap Bima dengan tulus.
Pak Karto tersenyum. “Bagus, Bima. Mengakui kesalahan itu lebih baik daripada menyembunyikannya. Mari kita perbaiki bersama-sama.” Pak Karto mengajak Bima dan Rara untuk membantu memperbaiki jaringnya. Mereka bertiga bekerja sama dengan riang gembira. Istana pasir Bima memang belum selesai, tapi persahabatan dan rasa peduli sesama jauh lebih berharga.
Rara tersenyum melihat Bima yang sudah mau mengakui kesalahannya. Ia tahu, persahabatan mereka akan semakin erat. Gotong royong memang selalu menyenangkan, apalagi jika dilakukan dengan hati tulus.
Komentar
Posting Komentar