Di tengah hutan pinus yang tinggi menjulang, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Raden. Ia sangat suka bermain di hutan, berlari di antara pohon-pohon pinus yang harum. Suatu hari, Raden menemukan sebuah pohon rambutan yang sedang berbuah lebat. Rambutannya terlihat manis dan ranum.
“Wah, banyak sekali!” seru Raden senang. Ia mulai memetik rambutan untuk dirinya sendiri. Sementara itu, Nenek Sekar, seorang penjaga hutan yang bijaksana, melihat Raden dari kejauhan. Nenek Sekar dikenal ramah dan selalu mengingatkan anak-anak hutan untuk menjaga kelestarian alam.
Nenek Sekar mendekati Raden. “Raden, sedang apa kamu?” tanya Nenek Sekar dengan lembut.
“Aku sedang memetik rambutan, Nek,” jawab Raden sambil memasukkan rambutan ke dalam keranjangnya. “Ini semua untukku.”
Nenek Sekar tersenyum. “Raden, lihatlah sekelilingmu. Banyak hewan hutan yang pasti juga menginginkan rambutan ini. Bukankah akan lebih baik jika kamu berbagi?”
Raden terdiam. Ia melihat ke sekeliling. Seekor Kijang sedang mengintip dari balik semak-semak, dan sekelompok Burung tampak lapar di dahan pohon. Raden baru menyadari bahwa ia terlalu egois.
“Iya, Nek. Raden salah,” kata Raden dengan nada menyesal. Ia kemudian membagi sebagian besar rambutan ke dalam wadah kecil untuk Kijang dan Burung. Ia juga menyisakan beberapa untuk dibawa pulang ke rumah, untuk Ayah dan Ibu.
Nenek Sekar mengangguk puas. “Bagus sekali, Raden! Berbagi itu menyenangkan, dan alam akan selalu berterima kasih padamu.” Raden tersenyum lebar. Ia belajar bahwa berbagi bukan hanya membuat orang lain senang, tetapi juga membuat hatinya menjadi lebih ringan dan bahagia.
Sejak saat itu, Raden selalu ingat pesan Nenek Sekar. Ia selalu berbagi dengan teman-temannya dan menjaga kelestarian hutan pinus. Ia tahu, hutan pinus adalah rumah bagi semua makhluk hidup, dan mereka semua harus saling berbagi dan menjaga.
Komentar
Posting Komentar