Sawah Bersemi

Mentari pagi menyapa Desa Damai dengan hangat. Embun masih menempel di ujung rumput sawah yang menghijau. Di tengah sawah, terlihatlah Rani, seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun. Ia tampak gelisah, memandangi bibit padi yang baru ditanam.

“Aku takut, Nenek,” gumam Rani kecil. “Bagaimana jika bibit padi ini tidak tumbuh? Bagaimana jika gagal panen?”

Nenek Sri, seorang wanita tua yang bijaksana, tersenyum lembut. “Rani, panen yang baik tidak hanya bergantung pada bibit yang bagus. Tapi juga pada kerja keras dan gotong royong.”

Tiba-tiba, Pak Budi, kepala desa, datang menghampiri. “Rani, jangan khawatir. Kita semua akan membantu. Hari ini, kita akan membersihkan gulma dan memastikan saluran air lancar.”

Rani melihat sekeliling. Ia melihat Budi, teman sebayanya, sudah sibuk membantu membersihkan gulma. Ia juga melihat Ibu Ani, tetangga mereka, sedang memperbaiki saluran air. Semua orang bekerja sama dengan riang gembira.

“Ayo, Rani! Bantu Ayah memindahkan bibit yang layu,” ajak Ayah Joko, ayah Rani. Rani mengangguk dan segera bergabung dengan mereka. Ia merasakan semangat baru. Ia tidak lagi takut gagal, karena ia tahu ia tidak sendiri. Ia memiliki teman, keluarga, dan seluruh warga desa yang siap membantunya.

Sore harinya, Rani merasa lelah, tapi hatinya dipenuhi kebahagiaan. Ia telah belajar bahwa dengan gotong royong, tidak ada yang mustahil. Ia juga belajar bahwa tanggung jawab harus diemban bersama-sama. “Terima kasih, Nenek, Pak Budi, Ayah, Budi, Ibu Ani, dan semua orang,” ucap Rani dengan senyum lebar.

Nenek Sri mengusap rambut Rani. “Ingatlah, Nak. Sawah ini akan bersemi indah karena kita semua bekerja keras dan saling membantu. Itulah kekuatan gotong royong, kekuatan bangsa kita.”

Rani mengangguk mengerti. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga semangat gotong royong dan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.


Beberapa bulan kemudian, sawah itu panen dengan hasil yang melimpah. Semua warga desa bersukacita. Rani tersenyum bahagia, memandang hamparan padi yang menguning keemasan. Ia tahu, ini adalah hasil kerja keras dan gotong royong mereka semua.

Komentar