Si Kancil dan Bambu Raksasa

Di sebuah hutan bambu yang rindang, hiduplah seekor Kancil yang cerdik bernama Kiki. Hutan bambu itu sangat luas, dengan batang-batang bambu yang menjulang tinggi seperti raksasa. Suatu hari, Kiki sedang asyik mencari buah-buahan ketika ia mendengar suara rintihan dari arah sungai.

“Aduh… aduh…” terdengar suara itu. Kiki mendekat dengan hati-hati. Ternyata, itu adalah Pak Burung Gagak, yang sedang kesulitan menarik sebuah batang bambu yang tersangkut di bebatuan sungai. Batang bambu itu sangat besar dan berat, sehingga Pak Gagak tidak mampu menariknya sendirian.

“Pak Gagak, kenapa Bapak kesulitan?” tanya Kiki dengan sopan.

“Aduh, Kiki. Aku ingin membersihkan sungai dari sampah yang tersangkut di batang bambu ini. Tapi, batangnya terlalu berat untukku,” jawab Pak Gagak dengan nada sedih.

Kiki berpikir sejenak. Ia lalu berkata, “Jangan khawatir, Pak Gagak! Aku akan bantu Bapak!” Kiki kemudian mendekati batang bambu itu dan mencoba mendorongnya dari bawah. Dengan sekuat tenaga, Kiki mendorong batang bambu itu, sementara Pak Gagak menariknya dari atas. “Satu… dua… tiga… dorong!” seru Kiki.

“Tarik! Tarik!” sahut Pak Gagak.

Dengan kerjasama yang baik, akhirnya batang bambu itu berhasil terdorong dan tertarik keluar dari bebatuan sungai. Sampah-sampah yang tersangkut pun ikut terbawa arus sungai. Pak Gagak sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Kiki.

“Terima kasih banyak, Kiki! Bapak sangat berterima kasih atas bantuanmu. Bapak senang sekali bisa bekerja sama denganmu,” kata Pak Gagak dengan gembira.

Kiki tersenyum. “Sama-sama, Pak Gagak! Senang bisa membantu. Kita harus saling membantu, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan kita,” jawab Kiki dengan sopan.

Sejak saat itu, Kiki dan Pak Gagak sering bekerja sama untuk membersihkan hutan bambu. Mereka selalu saling membantu dan menjaga sopan santun dalam setiap perbuatan. Hutan bambu pun menjadi semakin bersih dan asri, tempat yang nyaman untuk ditinggali oleh semua hewan.

Komentar