
Di sebuah desa hijau yang asri, hiduplah seekor Kancil yang lincah bernama Kiki. Kiki sangat suka bermain dengan teman-temannya, terutama dengan Burung Pipit yang cerewet, dan Semut yang rajin.
Hari itu, desa sedang bersiap menyambut Hari Kemerdekaan. Semua warga gotong royong membuat hiasan, termasuk bendera merah putih. Kiki ditugaskan untuk menggambar bendera di atas kain besar. Ia merasa senang dan bersemangat.
Namun, saat Kiki menggambar, tangannya tidak sengaja menginjak cat merah. Kain itu menjadi belepotan. Kiki panik. Ia takut dimarahi Pak Badak, tokoh yang paling disegani di desa.
“Aduh, bagaimana ini?” gumam Kiki. Ia mencoba membersihkan cat, tapi semakin parah. Ia bersembunyi di balik pohon, merasa sangat bersalah. Burung Pipit melihat Kiki yang murung. “Kiki, kenapa kamu sedih?” tanya Pipit.
Kiki menceritakan kejadian yang menimpanya. Pipit menenangkan Kiki. “Kiki, lebih baik jujur pada Pak Badak. Semua orang pasti mengerti. Kejujuran itu penting,” kata Pipit.
Dengan ragu, Kiki menghampiri Pak Badak. Ia menceritakan semuanya dengan suara pelan. Pak Badak mendengarkan dengan sabar. Awalnya, Pak Badak terlihat sedikit kecewa, tetapi kemudian ia tersenyum.
“Kiki, aku memang sedikit kesal karena kainnya belepotan. Tapi, aku lebih menghargai kejujuranmu. Meminta maaf itu tanda keberanian. Kita bisa memperbaikinya bersama-sama,” kata Pak Badak dengan lembut.
Semut yang mendengar itu segera datang membantu. Ia membawa lem dan kuas kecil. Bersama-sama, Kiki, Pipit, Semut, dan Pak Badak membersihkan dan memperbaiki kain bendera. Akhirnya, bendera merah putih itu kembali terlihat indah dan siap dikibarkan.
Kiki merasa lega dan bahagia. Ia belajar bahwa mengakui kesalahan bukanlah hal yang memalukan, justru menunjukkan keberanian dan rasa hormat kepada orang lain. Ia juga belajar bahwa gotong royong dapat menyelesaikan semua masalah. Kiki bangga menjadi bagian dari desa hijau yang penuh dengan kebersamaan dan cinta tanah air.
“Terima kasih, Pak Badak, Pipit, dan Semut. Aku janji, aku akan lebih berhati-hati lagi,” ucap Kiki tulus.
Komentar
Posting Komentar