Si Kancil dan Warisan Nenek

Di sebuah desa pinggir sawah yang asri, hiduplah seekor Kancil bernama Kiko. Kiko terkenal lincah dan suka bermain, tapi ia sering lupa akan tanggung jawabnya. Setiap tahun, desa mengadakan upacara Sedekah Bumi, sebuah tradisi untuk bersyukur atas hasil panen. Nenek Laras, sesepuh desa, bertugas memimpin upacara ini, dan tahun ini, ia ingin mewariskan tugasnya kepada Kiko.

“Kiko, cucuku sayang, Nenek sudah tua. Upacara Sedekah Bumi adalah warisan leluhur kita. Nenek ingin kamu meneruskannya,” kata Nenek Laras dengan lembut. Kiko hanya mengangguk malas. Ia lebih tertarik bermain dengan teman-temannya di sawah.

Hari upacara semakin dekat, tapi Kiko terus menunda-nunda persiapan. Ia beralasan sedang sibuk bermain atau membantu ibunya mencari makan. “Ah, masih ada waktu kok,” gumam Kiko dalam hati.

Suatu sore, saat Kiko sedang asyik mengejar kupu-kupu, ia melihat Pak Tani sedang membersihkan sawah. Pak Tani tampak kelelahan. Kiko teringat pesan Nenek Laras tentang pentingnya menjaga lingkungan dan bersyukur atas rezeki yang diberikan.

“Pak Tani, kenapa Bapak terlihat lelah sekali?” tanya Kiko.

“Kiko, Bapak sedang membersihkan saluran irigasi. Kalau saluran ini tersumbat, sawah kita bisa kekeringan. Kita harus menjaga lingkungan kita, Kiko,” jawab Pak Tani sambil mengelap keringat.

Kiko terdiam. Ia merasa bersalah karena selama ini hanya bermain dan menunda tanggung jawabnya. Ia segera membantu Pak Tani membersihkan saluran irigasi. “Maafkan Kiko, Pak. Kiko akan membantu Bapak,” ucap Kiko dengan tulus.

Malam harinya, Kiko menemui Nenek Laras. “Nenek, Kiko janji akan mempersiapkan upacara Sedekah Bumi dengan baik. Kiko belajar dari Pak Tani tentang pentingnya menjaga lingkungan,” kata Kiko dengan semangat.

Nenek Laras tersenyum bangga. “Bagus, Kiko! Nenek tahu kamu bisa. Ingat, menjaga tradisi juga berarti menjaga lingkungan dan bersyukur atas semua yang kita miliki.”

Upacara Sedekah Bumi berjalan lancar. Kiko memimpin dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Semua warga desa tersenyum bahagia melihat Kiko meneruskan tradisi leluhur mereka. Kiko pun menyadari, menjaga tradisi itu penting, dan itu juga berarti menjaga lingkungan dan bersyukur atas rezeki yang diberikan.

Komentar