Si Kecil dan Sungai Bening

Di sebuah desa yang asri, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Banyu. Banyu sangat menyayangi ibunya, Ibu Ratna, seorang penenun kain batik yang terkenal dengan kebaikan hatinya. Setiap hari, Banyu membantu ibunya mengumpulkan benang dan menyiapkan air untuk proses pewarnaan.

Suatu hari, Ibu Ratna meminta Banyu untuk membersihkan sungai di dekat rumah mereka. “Banyu, sungai kita sudah kotor sekali. Banyak sampah yang dibuang sembarangan. Tolong bersihkan, ya, Nak. Sungai yang bersih akan membuat desa kita semakin indah,” pesan Ibu Ratna dengan lembut.

Banyu mengangguk patuh. Namun, dalam hatinya, Banyu merasa malas. Ia lebih suka bermain dengan teman-temannya di tepi sungai. Ia berpikir, “Ah, membersihkan sungai itu pekerjaan yang berat. Lebih baik aku bermain saja.”

Ketika Banyu mulai membersihkan sungai, ia melihat Pak Karto, tetangga mereka, sedang membuang sisa makanan ke sungai. Banyu merasa kesal, tetapi ia tidak berani menegur Pak Karto. Ia hanya melanjutkan pekerjaannya dengan perasaan kecewa.

Setelah beberapa saat, Banyu melihat Mbak Sekar, anak perempuan yang selalu ceria, datang menghampirinya. “Banyu, kamu hebat sekali mau membersihkan sungai! Aku bantu, ya!” kata Mbak Sekar dengan semangat.

Bersama Mbak Sekar, pekerjaan Banyu terasa lebih ringan. Mereka memungut sampah, membersihkan lumpur, dan membuat sungai terlihat lebih bersih. Banyu juga memberanikan diri untuk mengingatkan Pak Karto dengan sopan, “Pak, sebaiknya sampah dibuang di tempat sampah saja, ya. Sungai kita jadi bersih.”

Pak Karto terkejut mendengar perkataan Banyu. Ia merasa malu dan meminta maaf. Sejak saat itu, Pak Karto tidak lagi membuang sampah sembarangan. Ibu Ratna sangat bangga dengan Banyu. “Anakku hebat! Kamu tidak hanya membersihkan sungai, tapi juga mengingatkan orang lain untuk menjaga kebersihan,” kata Ibu Ratna sambil memeluk Banyu.

Banyu tersenyum lebar. Ia belajar bahwa kejujuran dan keberanian untuk melakukan hal yang benar akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Sungai desa pun kembali bening dan indah, menjadi kebanggaan seluruh warga.


Banyu terus menjaga sungai bersama teman-temannya. Ia selalu ingat pesan Ibu Ratna tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dan yang terpenting, ia belajar bahwa menghormati orang tua adalah dengan melakukan hal yang baik dan bermanfaat bagi semua orang.

Komentar